Pendahuluan
Ikhtiar dan Harapan
Setiap orang yang berjuang menuju halal membawa harapan besar. Doa yang dipanjatkan. Air mata yang ditahan. Langkah panjang yang ditempuh.
Semua itu seakan terbayar pada hari akad. Hari di mana hati merasa lega, seolah perjuangan telah selesai.
Padahal, akad bukan akhir. Ia hanyalah gerbang awal dari perjalanan panjang bernama rumah tangga.
Ujian Setelah Halal
Banyak orang membayangkan pernikahan hanya berisi bahagia. Namun di balik tawa, ada luka. Di balik doa yang terkabul, ada ujian yang menunggu.
Pernikahan tidak runtuh karena kurang cinta. Tapi karena hilangnya sabar dan syukur di tengah jalan.
Allah tidak menjanjikan jalan tanpa hambatan. Justru setelah halal, Ia membuka ruang untuk menguji kesungguhan.
Sabar dan Syukur
Tanpa sabar, ikhtiar sebesar apa pun hanya berubah menjadi letih. Tanpa syukur, nikmat sebesar apa pun bisa terasa hampa.
Sabar menjaga hati dari goyah. Syukur menjaga cinta tetap bermakna.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat)-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrāhīm: 7)
Tujuan Buku Ini
Buku ini lahir bukan untuk menggurui. Melainkan untuk menemani perjalanan. Menjadi pengingat, bahwa setelah segala ikhtiar, masih ada ruang besar untuk berserah.
Bahwa setelah halal, kita tidak hanya dituntut untuk mencinta, tapi juga untuk menjaga. Bukan hanya untuk memiliki, tapi juga untuk bertahan.
Dan semua itu hanya bisa ditempuh dengan dua bekal: sabar dan syukur.
Semoga setiap halaman di buku ini bisa menjadi teman perjalanan. Menemani mereka yang ingin merawat ikatan halal dengan hati yang lebih tenang, dan mengingatkan bahwa di balik semua ujian, selalu ada Allah yang membersamai.